Minggu, 23 Maret 2008

Mesjid Kubah Mas


Syukur Alhamdulillah akhirnya cita-cita kesampean juga, ngeliat mesjid kubah mas atau mesjid Dian Al Mahri di daerah Depok. Pertama kali liat sich di berita koran, ketika baru selesai dibangun, ngak nyangka aja kalo mesjid tuch ada di Indonesia. di Klipping ama temenku di kantor en diletakkan di meja sekuriti depan kantor. Jadi keinginan untuk lihat dan sholat disini dah lama sekali.

Begitu tiba di lokasi mesjid, aku cukup takjub dengan luas dan banyaknya pengunjung yang rata-rata orang sunda eeuuy. Bangunannya cukup indah, Toiletnya sangat bersih, benar-benar islami. Ada lagi yang istimewa, setiap mau masuk ke dalam mesjid, kita (akhwat) harus menutupi aurat dahulu, ngak sembarangan orang bisa masuk tanpa menutupi aurat. Setuju banget tuch dengan peraturannya, mudah-mudahan ngak kecolongan. Begitu masuk kedalam mesjid langsung ambil posisi tuk tahyatul mesjid en sholat Ashar, setelah itu baru ngeliat sekeliling dan berdecak kagum dengan design kubah didalamnya tergambar awan-awan yang menentramkan jiwa.

Setelah puas didalam mesjid, aku en kakakku plus keluarganya jalan lagi mengitari halaman mesjid. Ngeliat rumah empunya mesjid en ke aulanya. Di aula banyak orang duduk-duduk menikmati keindahan. Sayangnya ngak dibarengi kesadaran membuang sampah pada tempatnya. Jadi halaman aula dan didalam aula juga sangat kotor dengan sampah. jadi Prihatin dengan kurangnya kesadaran masyarakat kita.

Yach begitu dech pengalaman liburan kali ini. Mudah-mudahan bisa berkunjung kemari lagi suatu saat.

Sabtu, 22 Maret 2008

Naik Pesawat = Takut


Akhirnya nyampe Medan lagi.. dah seugeur en penat juga. Nyampe dengan selamat adalah anugerah terbesar dari Allah. Tau dong betapa mengerikannya penerbangan Indonesia saat ini. Alhamdulillah kemaren penerbangan aman-aman aja. Cerita soal pesawat jadi lebih menakutkan lagi cerita tentang maskapai Adam Air yang pailit kemaren. Di beritakan kalo pilotnya banyak yang ngak berkompeten, gila aja ya.. memang sopir metro mini or angkot yang jika kendaraannya mogok bisa ditarik. Nah ni pesawat kemana lagi kalo mogok pastilah jatuh en kemungkinan hidup sangat kecil jika hal ini terjadi.

Tuh story dari pesawatnya, ada lagi nih kemaren iseng-iseng liatin pramugari liwat dari berbagai maskapai penerbangan. Aku jadi mikir dengan seragamnya, gimana mau nyelamatin orang kalo pesawat rusak atau trouble yang lain. Dia aja (Pramugaries…) mau nyelamatin diri aja syussah.. why.. liat aja roknya pendek en ketat, ada lagi rok panjang ketat dengan belahan yang panjang juga… maksudnya apa gitu yach … belum lagi kalo nunduk-nunduk pas penyajian makanan, aku aja yang perempuan malu liatnya… kalo lelaki ngak tau ya… senang kali ya.., tapi ada juga yang make seragam dengan celana panjang .. nah nich mendingan karena lebih sigap dan tetap cantik.

Pas naik taksi dalam perjalanan ke bandara, pak sopir cerita kemaren ada penumpangnya yang naik pesawat….. diperjalanan cuaca ngak bagus sehingga pesawat agak bergetar keras. Tau pramugarinya kemana… hehe.. bukannya menenangkan penumpang, semuanya pada lari kearah depan.. ketakutan…

Bukan Cuma itu ada lagi nich… para penumpang yang masih belum sadar pentingnya mematikan HP dalam pesawat selama dalam perjalanan. Masih ada aja yang dengan bangga atau ngak tau ya menghidupkan HP dan menggunakannya dalam pesawat.

Selasa, 18 Maret 2008


Sebenarnya review film ini dah kumuat disini . Berhubung ni Film favoritku, kureview disini juga.. cerita nyata dari negara korea. kisah dokter wanita pertama korea.. sangat menyentuh.. keren sekalii, bagi yang belum nonton ini wajib ditonton, penambah semangat. Ceritanya begini

Suh Jang-geum adalah putri seorang mantan panglima kerajaan Suh Chun-soo dan dayang istana Park Myeong-yi. Ayah dan ibunya sendiri bertemu secara kebetulan, Myeong-yi tersingkir dari istana karena mengetahui konspirasi yang dilakukan oleh keluarga Choi.

Nyaris tewas diracuni, wanita itu ditolong oleh sahabat baiknya Han Ae-jong sampai akhirnya bertemu dan menikah dengan Chun-soo, yang juga memendam masa lalu pilu. Diramal bakal bertemu oleh tiga wanita yang bakal menentukan hidupnya, pria itu akhirnya mengorbankan jiwanya demi menyelamatkan putrinya dan sang istri.

Jang-geum malah harus hidup sebatang kara setelah Myeong-yi meninggal akibat panah anak buah mantan sahabat yang menjadi rivalnya dayang Choi Sang-gong. Namun nasib baik masih mengiringinya, ia diangkat anak oleh pasangan Kang Deok-goo dan Na Joo-daek. Selain itu, nasib juga membawanya bertemu dengan pria yang belakangan menjadi raja Jeong-jong.

Menempuh pendidikan di istana sebagai calon dayang, Jang-geum besar di istana serta memiliki dua sahabat : Choi Geum-young dan Lee Yeon-seng. Ia dirawat oleh Dayang Han, tanpa tahu bahwa wanita itu adalah sahabat baik ibunya. Setelah melewati berbagai rintangan, sang guru berhasil menduduki jabatan Dayang Utama.

Kebahagiaan Jang-geum semakin lengkap setelah identitas Dayang Han terbongkar, namun hal itu tidak berlangsung lama. Dayang Choi yang haus kekuasaan akhirnya berhasil menyingkirkan seterunya lewat insiden bebek sulfur yang membuat sakit Raja semakin parah.

Kejadian itu membuat Dayang Han dan Jang-geum, yang memiliki talenta diatas rata-rata dalam memasak, harus tersingkir dan dibuang ke pengasingan. Dalam perjalanan, sang guru yang begitu dihormati meninggal dunia. Keruan saja, hal ini membuat gadis itu putus asa dan berulang kali berusaha kabur untuk kembali ke istana.

Tapi, pertemuan dan perkenalan dengan tabib wanita bernama Jang-do kembali mengubah arah hidup Jang-geum. Dasar memiliki bakat luar biasa, ia mulai menerima nasib dan belajar ilmu obat-obatan dengan keras. Hasilnya, gadis itu berhasil kembali ke istana dengan status baru : tabib kerajaan.

Ketika kembali, ia mendapati semua sudah berubah : Dayang Choi dan Geum-young telah menduduki posisi puncak (dibantu oleh kaki tangan mereka Yong-ro), sementara Dayang Min dan Ah Jang yang dulu berpihak pada mendiang Dayang Han tersia-sia. Nasib Yeong-seng jauh lebih baik, ia diangkat menjadi selir Raja.

Kembalinya Jang-geum ke istana keruan saja membuat musuh-musuhnya kaget, terutama Dayang Choi yang telah tahu siapa gadis itu sebenarnya. Lewat kerja sama dengan Perdana Menteri dan kakaknya Choi Pan-sool, ia berusaha menyingkirkan Jang-geum dan salah satu pejabat yang karirnya cepat melesat dan bersimpati pada gadis itu Min Jeong-ho.

Berkat taktik Jeong-ho, yang ahli strategi, Jang-geum akhirnya berhasil menyingkap kebusukan keluarga Choi sekaligus membersihkan nama mendiang ibu dan gurunya. Keluarga Choi yang telah turun-temurun menguasai dapur kerajaan akhirnya terusir, dan dayang Choi tewas setelah sebelumnya sempat meminta ampun didepan makam Park Myeong-yi.

Intrik ternyata tidak hanya berhenti disitu, Raja yang telah mempercayai Jang-geum (dan belakangan jatuh cinta) mengangkatnya sebagai Tabib Agung. Hal itu sudah tentu mencuatkan protes, sebab dimasa itu tidak ada satu wanita pun yang pernah menduduki posisi puncak. Yang menyedihkan, orang-orang yang sebelumnya menjadi sekutu Jang-geum berbalik melawannya.

Meski sudah menjalankan tugas sebaik-baiknya, Jang-geum akhirnya tidak berhasil menyelamatkan nyawa Raja yang telah sakit parah. Di saat akhir, sang atasan mengirimnya keluar dari kerajaan ditemani Jeong-ho karena sadar setelah meninggal, tidak ada yang bisa menyelamatkan nasib Jang-geum.

Beberapa tahun telah berlalu, Jang-geum hidup tenang bersama Jeong-ho dan memiliki seorang putri yang sama cerdasnya sambil terus mengobati orang-orang. Hidup sama seperti ayah-ibunya yang jadi pelarian, mereka akhirnya tertangkap oleh para pengawal kerajaan. Namun berbeda dengan sebelumnya, rupanya kesalahan Jang-geum dan Jeong-ho telah dimaafkan.

Reuni antara keduanya dan Permaisuri, Yeon-seng yang telah bergelar selir Soo-waen dan para sahabat lama berlangsung mengharukan. Meski namanya telah dibersihkan dan dijanjikan untuk kembali menjabat sebagai Tabib Agung, Jang-geum akhirnya memilih untuk hidup tenang bersama Jeong-ho dan putrinya di desa sambil menjalankan panggilan hidup yang sebenarnya : mengobati mereka yang membutuhkan.